Peninggalan Masa Lampau Yang Misterius Dan Ufo Bag. 4 - Internet Beritaku

Sabtu, 25 Agustus 2012

Peninggalan Masa Lampau Yang Misterius Dan Ufo Bag. 4

BAB III:
RAHASIA ILMU PENGETAHUAN TENTANG JAMAN PURBAKALA

Siapakah yang menjadi sumber ilmu pengetahuan pengobatan, astronomi dan teknik, yang jejak-jejaknya demikian banyak kita ketemukan, ketika kita menyelidiki dan mempelajari hasil kerja jaman prasejarah? Siapakah yang telah membangun pabrik di Medzamor, di Armenia, kira-kira 5000 tahun yang lalu? Siapakah yang telah merencanakan peta-peta Piri Reis, yang menunjukkan adanya suatu pengetahuan geograf dunia yang luasnya sama dengan pengetahuan kita sekarang?
Para sarjana, secara resmi, tidak begitu memperhatikan persoalan-persoalan itu, yang penyelidikannya masih banyak menghadapi rintangan. Para penyelidik bebas masing-masing mengembangkan suatu teori, yang bersifat sangat pribadi, berdasarkan penyelidikan-penyelidikan dengan tekun dan sabar.

Suatu Alfabet, Yang Berumur 15.000 Tahun?
Bukti di bidang argeologi, bahwa orang-orang purbakala telah menggunakan suatu alfab di jaman Neolitik (= Jaman Batu yang ke dua), diduga telah diketemukan di Perancis pada permulaan abad ini. Pada tanggal 1 Maret 1924 Claude Fradin dan cucunya laki-laki, Emile, sedang berjalan-jalan di luar kota di sekitar desa kecil Glozel, di dekat Ferriere sur Sichon, di Allier. Tiba-tiba mereka melihat benda-benda aneh; mereka sanga heran menemukan batu-batu bata, tanda-tanda peringatan terukir, dua bua alat pemotong dua buah kapak kecil dan dua buah kerikil datar yang masing-masing ada tulisannya. Dan itu merupakan permulaannya. Dr. Morlet, yang bertempat tinggal di daerah itu, di beritahu tentang penemuan yang misterius itu.  Dia merupakan orang, yang selalu meras sangat tertarik pada keanehan, pada hal-hal yang belum, hal-hal yang luar biasa, dan dia lanjutkan penggaliannya. Demikianlah dia kemudian dapat menggali lebih dari seratus buah tanda peringatan, alat kerja dari batu kecil, barang-barang pecah belah dengan cora yang belum pernah dijumpai dimana-pun, dan akhirnya kerikil-kerikil datar yang terukir. Akhli-akhli yang sudah terkenal, seperti Camille Julian dan Salomon Reinach, menyatakan, bahwa benda-benda yang telah diketemukan itu berasal dari jaman 15.000 tahun yang lalu. Pada benda-benda tertentu, beberapa orang sarjana melihat adanya susunan-menurut-garis huruf-huruf yang menyerupai alfabet, seperti V W L H T I K O C J X. Akan tetapi, tidak lama kemudian, penemuan di Glozel itu mendapat tantangan kera dari para akhli dari Lembaga Internasional mengenai Antropologi, dan dari “Identite judiciaire” Perancis. Mereka menyatakan bahwa semuanya itu merupakan penipuan, dan menentukan, bahwa benda-benda galian itu tidak merupakan “benda antik”. Terlepas dari tulisan, yang meragukan dan ditentang itu, orang-orang purbakala nampaknya mempunyai suatu berbendaharaan-kata dan bacaan, yang jauh dari luas daripada kepunyaan kita sekarang. Orang-orang Indian Amerika mempunyai nama yang berlainan untuk tanaman yang sama, atau pohon yang sama, menurut musimnya, sedangkan kita sekarang menyatakan perobahan sebatang pohon yang sama dimusim rontok dan musim semi, cukup dengan menggunakan daka sifat didepan nama pohon itu.

Bacaan yang tidak tertulis 
Penemuan berguna dari alfabet, dan yang menyusulnya, yaitu bacaan, merupakan langkah pasti menuju keperadaban. Orang-orang Sumeria dan Mesir, yang jelas telah mengembaangkan tata cara mereka menulis pada jaman 4000 tahun sebelum Masehi, maju dengan pesatnya setelah pengembangan itu.
Anggapan demikian itu, rupa-rupanya tidak berlaku sama sekali bagi peradapan Bangsa Inca. Dalam kenyataanya, orang-orang Inca, yang benar-benar melaksanakan separuh jumlah macam tumbuh-tumbuhan yang kita kenal dan yang telah membangung jalan-jalan besar yang terpanjang di dunia, tidak mempunyai tata cara menulis. Mengapakah bisa ada keadaan, bahwa kebodohan, yang tidak masuk akal itu, terdapat pada Bangsa yang berkembang demikian pesat?, keadaan itu kelihatannya disebabkan, karena mereka, berdasarkan ketakhyulan mereka, mempunyai rasa takut terhadap tulisan. Sebuah cerita kuno bangsa Inca mengatakan, bahwa, setelah terjadinya bencana wabah yang membinasakan, sebuah Sabda Dewa melarang digunakannya tulisan, diserta ancaman hukuman siksa yang mengerikan. Untuk mengatasi persoalan tidak adanya alfabet, maka orang-orang Inca kemudian menggunakan tali “Quipu” dengan banyak mata ikatan yang berwarna-warni, dan dengan jarak yang berbeda-beda antara mata ikatan yang satu dengan yang lainnya. Karen adanya cara dan alat yang aneh itu, maka mereka mempunya bacaan....... tanpa mempunya tulisan.

Makhluk logam, yang mengerikan, Menyerang para Argonaut 
Dibidang teknik masih banyak hal-hal yang mengejutkan dijumpai oleh para akhli sejarah. Beberapa buah bukti membuat kita beranggapan, bahwa manusia moderen jaman sekaran ini hanyalah “menemukan kembali” apa yang telah diketahui oleh manusia jaman dahulu.
Banyak cerita kuno, yang menunjuk kearah itu. Plato, misalkan, mengatakan, bahwa daedalus, ayahikarus, rupa-rupanya membuat mesin-mesin serupa manusia yang dapat bergerak sendiri. Yang mungkin dapat kita sebut “Robot”. Dan akhli falsafat yunani itu melanjutkan berkata, bahwa mesin-mesin itu demikian cepat bergeraknya, dan tak dapat berdiam diri, sehingga harus diadakan penjagaan agar mereka tidak berlari pergi.
Sayangnya adalah, bahwa Plato tidak menjelaskan secara terperinci tentang alat-alat, yang menyebabkan mesin-mesin itu dapat bergerak sendiri. Apakah daya gerak itu berasal dari mekanisme yang telah disempurnakan ataukah karena digunakannya baterai?
Menurut cerita kuno Yunani tentang penaklukan “Golde Fleece” (“kulit domba emas”), maka para argonaut yang datang di Kreta, diperingatkan oleh Medea, si ahli nujum, bahwa sebuah makhluk logam, yang mengerikan, akan menyerang mereka. Apakah yang dimaksudkan oleh medea itu “robot”, seperti dinyatakan oleh seorang penyelidik bebas Inggris Arthur Waight?

Komputer pada jaman purba
Dalam tahun 1900, para penyelam bunga karang dekat Antikitera, menemukan bekas-bekas sebuah perkakas dari logam, yang sudah berkarat, didasar laut. Para sarjana mula-mula mengira, bahwa apa yang telah diketemukan itu merupakan sisa-sisa pesawat ruang angkasa dari tahun 65 sebelum Masehi. Dalam tahun 1959, seorang sarjana Inggris, Solla Price, menimbulkan suatu kejutan dunia, ketika dia dalam bulan Maret 1962 membuat pengumuman sebagai berikut: “Kelihatannya, bahwa benda itu benar-benar merupakan sebuah      Komputer, yang dapat menentukan dan menguraikan gerak matahari, bulan, dan mungkin juga gerak planit-planit”.
Sarjana akhli itu merasa dirinya sangat rendah, dan hanya dapat menyatakan kekaguman dan hormatnya kepada nenek moyang kita, yang telah memiliki ilmu pengetahuan demikian tinggi, walaupun rasa hormat itu disertai dengan sedikit rasa takut. Dalam bulan Juni 1959 dia menulis dalam “Scientific American” sebagai berikut:
“Adalah sangat menakutkan untuk mengetahui, bahwa dekat sebelum peradaban mereka yang tinggi itu runtuh, Bangsa Yunani kuno telah dapat mencapai apa yang baru sekarang kita capai, bukannya hanya dalam cara berfikir, melainkan juga    dalam ilmu pengetahuan Teknologi”.
Apa yang nyata terjadi di Yunani kuno itu, terjadi juga di Amerika Kuno. Seorang penulis yang bernama Gareilaso de La Vega, seorang anak laki-laki dari seorang laki-laki Spanyol dan wanita puteri bangsa Inca, menguraikan pada permulaan abad ke 17, bahwa bangsa Inca di lembah Rimac mempunyai sebuah patung “yang berbicara dengan menjawab pertanyaan-pertannyaan seperti sabda Dewa Apollo di Delphi”.
Sayangnya, Garcilaso adalah tidak cermat, dan dia sama sekali tidak bercerita tentang caranya patung itu bekerja, walaupun kesemuanya itu mengigatkan kita kepada kompyuter-modern kita. 

Mesin Penyelidik Waktu Memang Pernah Ada. 
Pada waktu ini, para sarjana beranggapan, bahwa s ebuah mesin untuk menyelidiki waktu, adalah merupakan suatu gagasan yang gila-gilaan. Walaupun demikian, beberapa orang menyatakan, bahwa orang-orang purbakala telah mempunyai alat semacam itu. Kita menjumpai jejak adanya alat-alat itu dalam bermacam-macamcerita kuno. Menurut tulisan Franciscus Picus dalam bukunya yang berjudul “ The Book Of Six Sciences” (=Buku tentang enam Macam Ilmu Pengetahuan), maka cermin Al-Muchevi dapat memantulkan suatu pemandangan atau gambaran tentang waktu.
Bagaimana mungkin bagi para Dewa Mesir dan yunani untuk meramalkan keadaan waktu yang akan datang, atau untuk membayangkan kembali hal-hal yang telah lampau? Clement V Durel, seorang sarjana Inggris, memberi cara pemecahan yang segar mengenai persoalan itu. Dia berkata sebgai berikut: “Semua fakta, dari waktu yang telah lampau, dari waktu sekarang, dan dari waktu yang akan datang, berada dalam ruang waktu empat dimensi, yang merupakan suatu semesta alam tanpa waktu lalu ataupun waktu sekarang, dan statis seperti suatu kumpulan film, yang dapat dipasang di gulungan proyektor film”.
Selama pemerintahan Alexander Yang Agung, sabda Dewa Ammon-Ra dilengkapi dengan sebuah mesin otomatis untuk menyelidiki waktu. Pada suatu hari Alexander meminta nasehat dalam hubungan hari depannya sendiri. Nasehat-jawaban berbunyi sebagai berikut: “Akan diberikan kepada anda untuk menguasai semua negeri”. Ramalan itu kemudian ternyata benar, sebab penakluknya datang untuk menguasai hampir seluruh dunia yang diketahui. 

Jaman Industri Dari Orang-orang Jaman Dahulu 
Adalah pernah suatu jaman industri prasejarah, sebagaimana dinyatakan oleh para sarjana tertentu, yang tidak Ortodox? Dalam mitologi Yunani yang mula pertama, kita jumpai Vulkan, Dewa Api pandai besi, yang tempat kerjanya terletak digunung Etna di Sisilia. Selanjutnya, orang-orang pra-sejarah itu mengenal empat peredaran waktu, yaitu jaman emas, jaman perak, jaman tembaga dan jaman Besi. Besi dan tembaga merupakan dua macam logam, yang amat sulit untuk dibuat dan untuk dikerjakan. Tembaga, suatu campuran yang sangat keras, untuk sebagian terdiri dari timah. Dimanakah dan kapankah timah itu diketemukan? Ilmu pengetahuan jaman sekarang tidak memberikemungkinan untuk menjawab pertanyaan itu. Pada waktu itu tempat persediaan timah terdapat di Gaul, di Etruria, di Cornwall, di Bohemia dan di Spanyol, sedangkan kuningan terdapat di Sinai, portugal, Kreta, Spanyol dan Siprus. Bagaimanakah orang-orang jaman pra-sejarah itu dapat mengumpulkan hasil tambang yang dibutuhkan untuk membuat tembaga, dari daerah terpencar itu?
Masih ada lagi pertanyaan lain: Bagaimanakah nenek moyang kita itu dapat mengatur pemanasan tungku-tungku sampai temperatur 1000 derajat yang dibutuhkan untuk campuran logam tembaga itu?

Teka-teki yang menjemukan 
Para akhli penyelidikan Amerika menganalisa sebuahbenda dari jaman pra-sejarah, dan menemukan bahwa para penduduk Amerika Utara gunakan tungku-tungku, yang mampu mencapai temperatur setinggi 9000 derajat celsius.  Lain-lain misteri mengganggu para sarjana kita. Sebuah ikat pinggang terbuat dari logam, didalam makam Jenderal Cina Chow Chu, yang hidup dalam abad ke 3, terbuat dari 5% logam Mangan, 10% logam kuningan dan 85% logam aluminium baru diketemukan dalam tahun 1875 oleh Oersted, dan lagi hanya dalam bentuk bubuk, sehingga penggunaannya harus dilakukan melalui proses khemis. Apakah dengan demikian, kita hanyalah menemukan kembali sesuatu yang telah diketahui oleh orang Cina 1700 tahun yang lalu? Dan ini ada lagi teka teki yang membingungkan ilmu pengetahuan, tihang Kutb Minar di Delhi, yang tingginya tujuh setengah meter dan beratnya 6 ton. Tihang itu berasal abad ke 5 dan, walaupun demikian sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda berkarat, sekalipun telah 15  abad mengalami bermacam-macam cuaca tanpa perlindungan.

Manusia Angkasa Luar Mempelajari Planit Kita Dengan Menggunakan “Tape-recorder” 
Satu diantara problema-problema besar, yang kita hadapi pada waktu ini, adalah kubus Dr. Gurit, yang diketemukan dalam sebuah tambang batu-bara dalam abad ke 19. Benda itu kelihatannya telah berumur beberapa juta tahun,  dan pembuatannya dilakukan dengan mesin. Oleh siapa? Kapan? Demikian banyak pertanyaan tanpa jawaban!
Untuk tujuan apakah diadakannya benda-benda itu? Jacques Bergier dalam bukunya, yang berjudul “Les Extra-Terretres dans l’Histoire”, menulis sebagai berikut: “Menurut pendapat saya, itu semua merupakan alat pengumpul bahan  semacam pita rekaman, akan tetapi jauh lebih sempurna”.  Siapakah yang telah membuat alat-alat perekam demikian?
Dan dengan tujuan apakah alat-alat itu dibuat?
Menurut tulisan Jacques Bergier, maka “benda” itu tidak diciptakan oleh otak manusia; penciptanya harus mempunyai kecerdasan otak, yang jauh lebih tinggi; mungkin sekali penciptanya datang dari galaksi lain. Orang-orang angkasa luar, yang ingin mengetahui kehidupan dan penghidupan apa yang ada di bumi ini, mungkin telah menempatkan alat-alat perekam di tempat-tempat tertentu di seluruh dunia, dengan tujuan untuk dapat memperoleh sebanyak mungkin bahan tentang apa yang terjadi di planit kita ini. Benda, yang diketemukan oleh Dr. Gurit itu, disimpan di dalam Museum Salzburg, dan kemudian hilang secara aneh! Siapakah yang telah mengambilnya? Jacques Bergier, dalam bukunya termaksud di atas, mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: “Mungkin sekali benda itu telah dimiliki kembali oleh mereka, yang tadinya telah
menempatkannya di bumi kita ini”.

Suatu Pusat-perindustrian Lima-ribu Tahun Yang Lalu .....[Bersambung]
Comments

2 komentar

law saya biasanya baca artikel misteri di xfile-enigma.blogspot.com, keep posting sob

mantap sob.......thankss..........


EmoticonEmoticon